sekarang lagi ramai orang bahas soal vote komodo .. jadi pengen ikut bahas tapi coba agak teknis dikit dan juga ber hipotesa …
fakta-fakta :
Kredibilitas penyelenggara :
1. Semua pendukung N7W bilang , ini perusahaan era internet , gk butuh alamat real, gak butuh kantor dll ( http://www.detiknews.com/read/2011/11/02/170907/1758680/10/ini-dia-penjelasan-jk-soal-kontroversi-vote-komodo ).
sayangnya, rata-rata gak cek ulang
A. Perusahaan internet besar mana yang tidak punya kantor ? google jelas punya ( http://www.google.com/about/corporate/company/address.html ) , facebook di Facebook, Inc 1601 S. California Ave Palo Alto, CA 94304 US dan mereka ini perusahaan yang besar di internet , bukan sekedar yayasan biasa ..
B. Dengan tidak ada kantor, berarti mereka tidak ada data center sendiri. Ini jelas dipertanyakan untuk suatu perusahaan yang mendunia , bagaimana mereka menjamin data di server mereka aman ? apa tidak mungkin ada hacker yang masuk ? karena perusahaan besar dengan datacenter sendiri dan staff ahli yang terjamin seperti sony saja bisa di jebol hacker …
C. Bagaimana dengan pajak dan penanganan hukum apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan ini ? di swiss, gereja pun bisa kena pajak ( http://www.justlanded.com/english/Switzerland/Articles/Business/The-tax-system-in-Switzerland )jadi tentu mereka harus provide alamat yang benar di pendirian dan semacam npwp-nya , demikian pula kalau ada pelanggaran hukum harusnya bisa dicari dong alamat mereka .. tapi kenapa alamat yang di info ke publik agak aneh ( http://www.detiknews.com/read/2011/11/01/104425/1757159/10/kbri-bern-ragukan-kredibilitas-new7-wonders-publik-diminta-hati-hati?nd992203605 ).
D. Daftar domain sekalipun butuh alamat loh :p .. dan whois dari domain new7wonder itu di US :
NewOpenWorld Corporation
ATTN NEW7WONDER.COM
care of Network Solutions
PO Box 459
Drums, PA. US 18222
Kesimpulan :
walaupun sudah jaman digital dan elektronik, alamat fisik itu tetap penting untuk urusan financial, legal sampai ke security ^^ …
2. Kalau misalkan majalah wisata global mengadakan voting seperti ini, melihat latar belakangnya akan sangat wajar karena memang itu bidangnya, atau misalkan GreenPeace mengadakan voting seperti ini maka sangat wajar karena memang mereka pendukung alam. Tapi kalau satu yayasan yang tidak pernah terdengar melakukan hal-hal yang bertujuan melindungi alam atau mempromosikan wisata tiba-tiba bikin voting seperti ini apakah wajar ? motivasi mereka apa ? kalau memang mereka hendak melindungi kekayaan alam atau mempromosikan wisata, kegiatan apa yang pernah mereka lakukan sebelum mengadakan voting ini ? ini saya cari-cari di internet dan tidak ada fakta pendukung yang jelas termasuk juga apa kegiatan mereka sesudah yang vote new7wonder pertama ? sepertinya sesudah membuat new7wonder pertama, mereka langsung kerja untuk bikin yang kedua tanpa ada kegiatan lain ( yang mau menyangkal, tolong kasih link bukti yah karena kan para pendukung vote ini selalu bilang no bukti = hoax ) Lalu apa motif mereka yang sebenarnya kalau kegiatan mereka hanya mengadakan voting seperti ini saja ?
kesimpulan :
voting ini merupakan kegiatan mereka satu-satunya dan apabila memang benar demikian berarti mereka menjadikan voting ini sebagai komersialisme mengingat mereka tergantung kepada sponsor untuk voting ini sementara kontribusi mereka secara langsung ke object yang mereka vote masih perlu di pertanyakan.
3. Mereka mengklaim mempunyai hubungan dengan PBB di tahun 2007 ( world.n7w.com/archives/about-n7w/united-nations-partnerships ) tapi di tahun yang sama pula UNESCO menyatakan mereka tidak ada hubungan dengan yayasan ini ( http://whc.unesco.org/en/news/352 ). Mari kita lihat lebih detail claim mereka itu :
A. Mereka ber partner itu dengan UN Office for Partnership sesuai dengan link yang mereka berikan di website mereka : http://www.un.org/partnerships/YNewsNew7Wonders.htm bukan dengan unesco yang memang mengurus hal-hal seperti ini.
B. Kalau di baca detail di link http://www.un.org/partnerships/YNewsNew7Wonders.htm , kita akan tahu fungsi dari UN for Partnership itu apa :
The UN Office for Partnerships serves as a gateway for partnership opportunities with the United Nations family. It promotes new collaborations and alliances with foundations, corporations and civil society in furtherance of the Millennium Development Goals and provides support to new initiatives of the UN Secretary-General.
jadi UN office for partnerships ini bisa dibilang baru tahap awal untuk menjalin kerjasama dengan United Nations Family, yayasan yang ingin menjadi rekanan salah satu United Nations Family mendaftar melalui UN Office for Partnerships dan nanti UN Office partnerships ini yang akan menjembatani ( server as a gateway ) partnership ke badan pbb yang sesuai, dalam hal ini unesco.
Kesimpulan :
yayasan penyelenggara belum benar-benar menjadi partner united nations di badan yang sesuai karena unesco dengan terang2an menolak terlibat, sementara un office for partnerships itu hanya jadi penyambung antara yayasan dengan badan pbb yg sesuai dalam hal ini unesco
itu dari sisi kredibilitas penyelanggara disana-nya … Kesimpulan :
yayasan penyelenggara ini masih bersifat komersial untuk kepentingan mereka , terlihat dari tidak adanya kegiatan selain voting ini dan juga dari tidak adanya partnership langsung dengan badan pbb yang mengurusi hal ini. Walau harus diakui mereka secara tidak langsung menaikkan pamor dari objeck yang di vote, tapi untuk hal seperti ini banyak cara yang bisa dilakukan misal beriklan di channel tv di negara target , membuat 1 website dengan konsep dan desain bagus serta seo bagus untuk promosi dll yang jelas bisa dilakukan kita sendiri dan bisa lebih terarah.
sekarang kita lihat dari sisi sms voting di indonesia yang jadi kontroversi …
Fakta-fakta :
1. Tarif sebelum 15 oktober itu masih Rp 1000/sms , sesudah itu diturunkan jadi Rp 1/sms
2. CP 9818 ternyata tidak berhubungan langsung dengan yayasan penyelenggara new7wonder ( http://www.detikinet.com/read/2011/11/04/174738/1760583/328/mengalir-ke-mana-uang-hasil-sms-komodo?i991102105 ) .
3. Panitia Pendukung Pemenangan Komodo sampai saat ini masih tidak transparan dengan uang yang mereka terima ( masih di link sama, katanya sih akan di audit tapi entah kapan ).
4. Dibutuhkan sekitar 120 juta sms untuk memenangkan komodo ( http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/10/31/ltwnhp-wowdukungan-komodo-tembus-100-juta-sms-hingga-h12 , http://www.telkomsel.com/program/dukung-komodo )
sebelum bahas lebih lanjut, kita bahas system ideal voting dan juga voting melalui website yang tersedia di n7w :
Voting idealnya adalah 1 orang hanya bisa 1 kali voting, namun hal ini menjadi susah di era internet karena mudahnya orang membuat cloning identitas. Metode yang paling sering dipergunakan adalah dengan memanfaatkan email sebagai identitas voter, walau kalau memang niat serius bisa meminta id card dll tapi ini lebih repot.
ini pula yang dilakukan oleh n7w di websitenya, kalau kita voting disana nanti kita harus cek alamat email yang kita masukkan dan click link verifikasi/konfirmasi yang dikirimkan baru vote kita di hitung. lalu di kemudian hari bila kita vote lagi dengan alamat email yang sama tentu jadi tidak bisa. Dan ini cukup fair lah walau kita bisa bikin banyak email tapi effortnya mayan kecuali kalau dah punya script buat bikin email atau ada mail server sendiri yang bisa bikin temporary mail wkwkw …
sekarang kita lihat system voting sms yang ada di indonesia untuk komodo ini.
Secara ideal, harusnya setiap user yang kirim sms ke 9818 itu vote-nya langsung masuk ke server N7W dan langsung diperhitungkan. Selain itu harusnya ada system validasi yang mirip dengan di email, dimana sms yang diterima itu 1 nomor hanya dihitung 1 kali. Sehingga untuk keadilan ke pengguna handphone, harusnya ada notifikasi / pemberitahuan kalau cuman bisa sms 1 kali dan bila pengguna kirim lagi harusnya tidak di charge.
itu kita bicara ideal untuk vote dengan tujuan murni sosial bukan tujuan komersial seperti acara-acara idol. Kalau untuk tujuan komersial, yah wajar tidak ada validasi karena memang tujuannya mendapatkan pemasukan dari sms, pertanyaannya adalah voting ini untuk komersial atau bukan ? hehehe
tapi dengan fakta baru yang terbuka di indonesia dimana content provider tidak ada hubungan langsung dengan new7wonder justru bikin kita bertanya-tanya :
1. Apakah benar vote kita melalui sms akan dihitung ? karena ini cp melaporkan ke panitia P2K di indonesia sementara dari P2k sampai saat ini tidak ada kejelasan ( kalau ada yang punya link fakta mereka melaporkan, silahkan post disini tapi ingat jangan cuman katanya , no link = hoax ).
2. Kalau misal nomor 1 dilaporkan ke N7W , apakah 1 nomor dihitung jumlah votenya sesuai dengan jumlah sms yang dikirim atau hanya dihitung 1 kali ? ini masih tidak jelas juga ( ada link pendukung ? silahkan post comment )
3. Aliran dana yang masih Rp 1.000 itu kemana ? apa hanya masuk ke cp dan provider ? atau masuk ke P2K ? atau masuk ke N7W ? gk ada penjelasan juga sampai saat ini …
4. Dibutuhkan 120 juta sms untuk memenangkan komodo. nah kalau seperti ini, kenapa JK tidak sumbangkan saja uang 150juta rupiah atau ajak rekan bisnis yang lain untuk kumpulkan uang 100juta seorang, total bisa berapa miliar itu ? dan terus dipake buat sms aja dukung komodo , pasti dah lebih dari cukup kan buat memenangkan komodo kalau vote sms dihitung wkwkw apalagi ini tidak langsung ke N7W, bisa saja diakalin kan :p ..
5. Jujur gue lihat kontradiksi, dibela N7W itu perusahaan internet yang gak butuh alamat real dll , tapi kok metode sms gak canggih yah ? kok gak langsung ke server voting N7W ? malah harus lewat P2K dulu dan entah itu perhitungannya gimana .. kalau emang canggih sih gampang loh bikin voting sms lgsg masuk ke server N7W buat dihitung ..
Kesimpulan ( ingat ini kesimpulan bukan fakta tapi berdasarkan fakta di atas ) :
Andaikata SMS Voting ini cuman metode pengumpulan dana pihak P2K, sementara untuk voting kemungkinan besar tetap dihitung yang melalui e-mail. Kalau benar ini yang terjadi, mereka bisa kena pasal penipuan publik karena promosi tidak mengatakan selengkapnya hanya mengatakan dengan sms akan dukung komodo tanpa penjelasan lebih lanjut kalau itu untuk mendukung P2K memenangkan komodo bukan voting langsung untuk komodo.
Andaikata sms voting tetap dihitung dan tidak di validasi per nomor = 1 vote, maka metode kumpulkan saja uang 120 juta lebih dan buat dipake sms dukung akan langsung bisa jalan. Masak pak JK gk bisa minta rekan2 bisnisnya kumpulkan uang segitu , kan kecil itu buat yang dah maju bisnisnya
..
Andaikata sms voting di hitung per 1 nomor = 1 vote tidak peduli berapa banyak sms yang dikirim dari nomor tersebut, maka perlu di cek aliran dana dari sms voting ini. Penerima bisa dikenakan pasal penipuan publik juga karena mereka tidak menginformasikan kalau untuk vote cukup 1 kali sms sehingga yang sms lain akan sia-sia apalagi saat yang sms masih 1000/sms , dan ini harus di selidiki kemana aliran dana dan untuk apa ..
sayang sekali kalau tujuan sosial jadi dipake untuk komersial pribadi penyelenggara terlibat … lebih baik dana yang ada dipakai untuk langsung kembangkan NTB dan juga untuk promosi komodo langsung di negara target ^_^